Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP) kembali menggelar workshop di sejumlah daerah yang diantaranya diawali di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Workshop ini merupakan rangkaian program yang bertujuan untuk memperkuat peran dan kapasitas khatib, pengurus masjid, penyuluh dan pendidik agama dalam upaya menghasilkan narasi religius kontra-radikal. Kegiatan Workshop di Bima diselenggarakan pada 4-5 Agustus 2018.

Workshop yang dilaksanakan di Ruang Aulia, Hotel Mutmainah, Kota Bima, NTB ini dihadiri oleh 25 peserta terdiri dari khatib, pengurus masjid, penyuluh dan pendidik agama dari Kota dan Kabupaten Bima, NTB. 

Sedangkan narasumber dari workshop yang bertemakan “Melawan Narasi Radikal: Memperkuat Kapasitas Khatib, Penyuluh dan Pendidik Agama” adalah KH. Ahmad Syafi'i Mufid (Ketua Yayasan INSEP), Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH (Pejabat Walikota Bima), Kompol. Yusuf Tauziri, S. Ik (Wakapolresta Bima), Ustad H. Sudirman H Makka dan H. Eka Iskandar M.Si (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)).


 

Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Bima sangat mendukung kegiatan workshop dan menginginkan adanya tindak lanjut dalam bentuk pendampingan maupun advokasi untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini penting dilakukan, mengingat daerah Kota Bima memerlukan perhatian secara berkala.

Lebih lanjut, Pejabat Walikota Bima Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan workshop ini bukan hanya ditujukan kepada para peserta saja tetapi manfaat positif bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Dengan demikian, peserta yang hadir rata-rata memiliki latar belakang pendakwah di masyarakat, sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan paham radikalisme yang beredar di masyarakat melalui narasi kontra radikal,” ujarnya seusai penyampaian materi tentang Ukhwah Islamiyah dan Ukhwah Wathaniyah Perekat Umat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sabtu (4/8).

Di workshop ini, INSEP bermitra dengan Kementerian Agama Kota Bima, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima dan Kepolisian Daerah Kota Bima. Dalam hal ini, INSEP berharap agar kerja sama terhadap pihak lokal dapat terus berjalan dengan baik dan dapat bersinergi di kegiatan mendatang.

 

Kepada para peserta dan mitra, INSEP memberikan sambutan dan ucapan terima kasih atas partisipasi dan keaktifan peserta dalam mengikuti workshop yang disampaikan langsung oleh KH. Ahmad Syafi'i Mufid selaku Ketua Yayasan INSEP. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan menyampaikan materi mengenai Problem Takfiri dan Dampaknya Bagi Umat Islam dilanjutkan materi tentang Fitnah Akhir Zaman.

Pada sesi berikutnya dibuka ruang diskusi kepada peserta workshop dalam materi Penguatan Peran dan Pemberdayaan Jaringan Khatib, Penyuluh dan Pendidik Agama dalam Melawan Narasi Radikal. Dengan ditambah materi-materi yang telah disampaikan pada sesi sebelumnya, pembahasan menguat tentang permasalahan terkini yang dihadapi oleh Masyarakat Kota Bima.

Diskusi seputar Khatib, Penyuluh dan Pendidik Agama menjadi hal utama yang diperbincangkan, "Struktur sosial di masyarakat sangat kompleks karena terdiri dari berbagai macam organisasi diantaranya organisasi keagamaan, politik, ekonomi, hukum dan pendidikan, lalu di mana posisi Khatib, Penyuluh dan Pendidik Agama dalam struktur sosial di atas?", ujar KH. Ahmad Syafii Mufid kepada Peserta Workshop dalam mengawali diskusi, Minggu (5/8).

Di akhir workshop, para peserta memberikan rekomendasi untuk mengadakan pendampingan terhadap pembuatan narasi religius kontra-radikal. Selain itu dapat terjaganya hubungan dan komunikasi yang baik antara peserta dengan para pejabat di Kota Bima, NTB.

f t g
Hak Cipta © 2020 Insep. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah software bebas dirilis dibawah lisensi GNU General Public License.

Kami memiliki 164 guests dan tidak ada anggota yang online